Senin, Februari 2, 2026
BerandaEconomyPrabowo Tegaskan Kemandirian Pangan, Peran Mentan Andi Diapresiasi

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan, Peran Mentan Andi Diapresiasi

Pasartani.info – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu bukti konkret keberhasilan kerja pemerintah sekaligus pilar penting dalam membangun rasa percaya diri bangsa. Menurut Kepala Negara, capaian yang diraih di bidang pertanian patut diapresiasi karena menunjukkan hasil nyata dari sinergi kebijakan nasional.

“Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan dari pada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan,” kata Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, sebagaimana keterangan Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (13/1).

Presiden menilai keberhasilan sektor pertanian tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga memiliki makna strategis dalam memperkuat keyakinan nasional. Ia menekankan pentingnya membangun mental bangsa yang percaya diri dan bangga terhadap capaian sendiri.

“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain,” ujar Presiden.

“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tambah Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan di sektor pertanian merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten, kebijakan yang terarah, serta kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Ia mengungkapkan bahwa target besar swasembada pangan yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun, justru mampu direalisasikan jauh lebih cepat.

Prabowo menjelaskan bahwa setelah dilantik pada 20 Oktober 2024, dirinya menetapkan target swasembada beras dalam kurun empat tahun. Namun, hasil yang dicapai melampaui ekspektasi awal karena swasembada tersebut dapat diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

“Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Ini hasil kerja keras dari pada tim kita dari sinergi kabinet yang saya pimpin. K/L-K/L bekerja sama semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal,” ucap Prabowo.

Salah satu langkah reformasi yang mendapat sorotan khusus dari Presiden adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Selama bertahun-tahun, petani mengeluhkan rumitnya birokrasi yang menyebabkan distribusi pupuk tersendat dan sulit diakses di lapangan.

Pemerintah kemudian memangkas sebanyak 145 regulasi dan menyederhanakan mekanisme perizinan. Distribusi pupuk kini dapat langsung menjangkau petani tanpa melibatkan banyak kementerian dan lembaga, cukup melalui satu instruksi yang cepat dan merata secara nasional dengan menggunakan KTP serta persetujuan kepala desa.

Prabowo menilai reformasi tersebut tidak hanya mempermudah akses pupuk bagi petani, tetapi juga menciptakan terobosan dalam kebijakan harga pupuk nasional. Pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, sambil tetap menjaga keberlanjutan industri pupuk dalam negeri.

“Tapi, saya kasih kasih tahu biarlah pabrik dapat keuntungan 5 persen sehingga kita turunkan cukup 20 persen, tetapi petani sudah sangat terima kasih. Dan walaupun kita turunkan harga ternyata volume pupuk naik 700.000 ton. Jadi petani sekarang harga terjangkau, barang ada,” ungkap Presiden.

Keberhasilan reformasi pupuk tersebut berdampak langsung pada sektor perberasan nasional. Presiden menyebut kondisi petani padi saat ini berada pada titik terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia, baik dari sisi produksi, cadangan pangan, maupun kesejahteraan petani.

“Ini contoh sekarang juga perberasan. Perberasan petani-petani beras sekarang penghasilannya naik, nilai tukur petani naik dari 106 menjadi 125 (persen) tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Presiden kembali menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat utama bagi negara yang berdaulat. Ketergantungan pada pangan impor, menurutnya, tidak sejalan dengan prinsip kemerdekaan bangsa.

“Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung makan dari luar negara tersebut. Dan ini harus kita yakini,” tegas Presiden.

Prabowo berharap keberhasilan sektor pertanian, yang dijalankan bersama Mentan Andi Amran Sulaiman, dapat menjadi contoh bagi sektor lainnya dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera melalui keberanian melakukan reformasi dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments