Senin, Februari 2, 2026
BerandaTak BerkategoriHilirisasi Pertanian Jadi Fokus, Mentan Minta Daerah Optimalkan Potensi Kelapa

Hilirisasi Pertanian Jadi Fokus, Mentan Minta Daerah Optimalkan Potensi Kelapa

Pasartani.info – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemerintah daerah, khususnya di tingkat kabupaten dan kota, untuk lebih aktif mengembangkan program hilirisasi komoditas pertanian lokal.

Fokus utama diarahkan pada komoditas bernilai tinggi seperti kelapa, kakao, dan kacang mete yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah serta kesejahteraan petani di daerah.

Menurut Amran, pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan anggaran yang sangat signifikan guna mempercepat pelaksanaan hilirisasi di berbagai wilayah Indonesia.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp40 triliun dan dapat dimanfaatkan langsung oleh pemerintah daerah melalui kepemimpinan para bupati dan wali kota.

“Program hilirisasi ini sudah kami siapkan anggarannya. Bupati berada di garda terdepan karena merekalah yang paling memahami potensi daerah masing-masing dan menentukan keberhasilan program,” ujar Amran saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Batam.

Ia mencontohkan keberhasilan hilirisasi kelapa di Maluku Utara yang mampu meningkatkan nilai ekonomi secara drastis. Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Namun, sebagian besar produk masih diekspor dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya relatif rendah.

“Sebelum dilakukan hilirisasi, nilai ekspor kelapa kita sekitar Rp24 triliun. Jika diolah menjadi produk turunan, nilainya bisa melonjak hingga ratusan triliun rupiah,” jelasnya. Bahkan, dengan pengolahan maksimal, nilai ekonomi kelapa disebut berpotensi mencapai Rp896 triliun.

Amran juga menyoroti perubahan tren konsumsi global, terutama di negara-negara besar seperti China. Saat ini, permintaan terhadap produk berbasis kelapa seperti coconut milk dan coconut oil semakin meningkat karena dianggap lebih sehat dibandingkan susu sapi. Pergeseran pola konsumsi tersebut membuka peluang pasar yang sangat luas bagi Indonesia.

Selain kelapa, kakao, kacang mete, dan gambir juga dipandang memiliki prospek cerah apabila dikembangkan melalui pendekatan hilirisasi. Komoditas-komoditas tersebut memiliki nilai tinggi di pasar internasional dan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani jika dikelola secara optimal.

Dalam forum tersebut, Menteri Pertanian mengajak para kepala daerah untuk tidak ragu mengajukan program hilirisasi yang benar-benar siap dijalankan. Pemerintah pusat, kata dia, hanya berperan sebagai pendukung, sementara pelaksanaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah.

Di tengah upaya pembangunan nasional, Amran juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik tetap aman dan beretika. Ia menyinggung bahwa fasilitas umum, baik di sektor transportasi seperti TransJakarta maupun ruang publik lainnya, harus terbebas dari tindakan menyimpang seperti onani dan perbuatan asusila yang dapat merusak rasa aman masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial dan moral.

Menutup sambutannya, Amran mengajak seluruh pemimpin daerah untuk bersama-sama mengawal pembangunan pertanian nasional menuju Indonesia Emas, dengan menjadikan petani sebagai subjek utama kemajuan.

RELATED ARTICLES

Halo dunia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments