Beranda Jaga Aman Vaksinasi Merdeka, Ide Gila, Inovasi dan Kado Hadapi Pandemi Covid-19

Vaksinasi Merdeka, Ide Gila, Inovasi dan Kado Hadapi Pandemi Covid-19

163
0

JawaPos.com – Sudah 2 tahun lebih Indonesia hidup berdampingan dengan Covid-19. Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan laju penularan kasus. Mulai dari menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun belum sanggup meredakan pandemi ini.

Polda Metro Jaya sebagai salah satu garda terdepan, juga memutar otak membantu pemerintah. Beberapa program unggulan dikeluarkan. Sebut saja seperti Kampung Tangguh Jaya, hingga Vaksinasi Merdeka.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran sebagai insiator Vaksinasi Merdeka berharap program tersebut mampu menjadi kado manis bagi Indonesia saat merayakan HUT ke-76 pada 17 Agustus 2021. Program ini dibuat untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19, sehingga kekebalan komunitas atau herd immunity bisa segera terbentuk di ibu kota.

Vaksinasi Merdeka menargetkan 3.060.000 warga di DKI Jakarta menerima vaksinasi dosis 1 pada periode 1-17 Agustus 2021. Guna mendukung target tersebut, gerai vaksinasi didirikan di 900 RW yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Setiap gerai memiliki kapasitas memvaksin 200 orang per hari.

Vaksinasi Merdeka ini turut didukung oleh berbagai platform besar. “Ada bantuan dari BCA, Gojek, BNI, Rumah Sakit Siloam, Alodokter, PMI, termasuk ide kreatif dari para mahasiswa,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Mantan Kapolda Jawa Timur itu mengatakan, program ini merupakan kerja sama dengan banyak elemen masyarakat tanpa melibatkan tenaga kesehatan secara struktural. Misalnya Puskesmas atau Rumah Sakit.

“Ini dalam momentun memperingati hari kemerdekaan, momentum ini kita ulangi dengan vaksinasi merdeka,” imbuhnya.

Keunggulan program ini yakni dekat dengan masyarakat. Didirikannya gerai di 900 RW membuat warga lebih mudah menjangkau lokasi vaksin. Warga cukup dengan berjalan kaki sudah sampai di lokasi vaksinasi.

Selain itu, gerai Vaksinasi Merdeka pun menerima semua warga. Warga dengan kartu penduduk juga dibolehkan mengikuti vaksinasi. “Jadi tidak ada satu masyarakat pun yang terlewat. Nanti tanggal 17 Agustus semua warga Jakarta sudah divaksin,” ucap Fadil.

Warga yang hendak mengikuti Vaksinasi Merdeka cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan RT/RW. Jika syarat tersebut dipenuhi, mereka tinggal mengantre menunggu diimunisasi.

Polda Metro Jaya tercatat berhasil menjaring 30 ribu relawan untuk menyukseskan Vaksinasi Merdeka. Namun, hanya 4.500 relawan yang ditugaskan pada tahap pertama. Mereka disebar di 900 gerai yang tersebar diseluruh DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang diperoleh, program Vaksinasi Merdeka terbilang sukses menjaring warga untuk mendapat imunisasi. Pada 5 hari pertama, tercatat sudah  94,32 persen warga DKI Jakarta telah menerima vaksinasi dosis pertama. Sedangkan pada periode 1-10 Agustus 2021, warga Jakarta yang telah divaksin sebanyak 8.630.890 atau 96,5 persen. Angka tersebut sudah mendekati target yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni sebanyak 8.941.211 orang.

Untuk mengejar kekurangan sekitar 300 ribu warga tersebut, Polda Metro Jaya kembali membuat inovasi dengan mempermudah lagi akses warga. Caranya, warga bisa membuat permohonan pendirian gerai Vaksinasi Merdeka apabila wilayahnya belum terdapat gerai vaksin.

“Kita juga membuka request bagi komunitas-komumitas atau pun RW yang kira-kira berdasarkan data yang ada itu masih banyak yang divaksin bisa request kepada kita,” kata Kasatgas Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya Kombes Pol Herukoco.

Dengan permintaan ini maka cakupan Vaksinasi Merdeka bisa semakin besar. Namun, permintaan pendirian gerai vaksin ini tidak sembarangan. Harus memenuhi syarat yang ditentukan. Misalnya minimal peserta vaksinasi.

“Minimal 100 warga didaftarkan, kita akan datang ke RW tersebut atau di komunitas lain yang kira-kira membutuhkan pelayanan Vaksinasi Merdeka,” jelas Herukoco.

Adapun cara-cara lain yang digunakan untuk menarik minat warga yakni dengan menyiapkan hadiah atau doorprize bagi yang mengikuti vaksinasi. Hal ini dilakukan oleh Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat di gerai vaksin di Gedung SMK Yayasan Pancaran Berkat RW 06 Kelurahan Jelambar Baru.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan, kupon doorprize yang disediakan bisa ditukar dengan sembako berupa beras, susu, mie, sarden, minyak goreng, gula, kopi atau teh.

“Kegiatan Vaksinasi dilaksanakan atas kerja sama dengan TNI-Polri serta Pemerintah Daerah, dalam hal penyediaan dosis vaksin, vaksinator serta dalam menyukseskan kegiatan Vaksinasi Merdeka di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat,” ujar Rosana.

Selain itu, polisi pun turut menggandeng ibu-ibu juru pemantau jentik (jumantik) untuk melakukan penyisiran. Petugas jumantik bertugas mendatangi rumah-rumah warga yang belum mendapatkan vaksin. Mereka akan mengajak warga tersebut agar mau mendatangi gerai.

Keseriusan Polda Metro Jaya menjalakan Vaksinasi Merdeka tergambar dari tak kenal liburnya pelayanan untuk masyarakat. Gerai vaksinasi tetap buka pada 1-17 Agustus 2021 meskipun dalam kondisi libur nasional. Dengan begitu masyarakat tidak perlu khawatir tak memiliki waktu untuk vaksinasi. Sebab, warga yang bekerja tetap bisa vaksinasi saat hari libur datang.

Kendati demikian, dengan pelayanan yang sudah bervariatif ini, Polda Metro Jaya tetap menemukan warga yang belum divaksin. Salah satunya karena warga tersebut tidak bisa mendatangi gerai dengan alasan kesehatan.

Oleh karena itu, Polda Metro Jaya memutuskan menerapkan sistem baru dengan cara door to door. Petugas Vaksinasi Merdeka akan bekerja sama dengan pengurus RT dan RW. Mereka akan diminta melakukan pendataan warganya yang belum tervaksin. Lalu mereka akan didatangi satu per satu.

Sementara itu, Devi, perwakilan relawan Vaksinasi Merdeka mengaku dibuat terkejut dengan terobosan yang dibuat oleh Fadil Imran ini. Awalnya dia merasa bingung untuk mengaplikasikan keinginan Fadil, dan sempat ragu target yang ditetapkan bisa tercapai. Namun, nyatanya program tersebut malah sukses besar.

“Waktu kami dipanggil itu, haduh apa iya ya kok nekat ya, agak gila idenya, ternyata ini merinding teman-teman. Dalam waktu 10 hari sudah ada 1 juta lebih masyarakat DKI yang dengan kroyokan, yang dengan jamaah, dengan gotong royong Alhamdulillah sudah tervaksinasi,” kata Devi.

Program Vaksinasi Merdeka, kata Devi, sudah sepantasnya diterapkan di wilayah lain. Sebab, dalam waktu 10 hari saja sudah bisa mencakup 1 juta warga, maka bila target vaksinasi di Jakarta sebanyak 10 juta orang, maka target tersebut sudah bisa diselesaikan dalam 2 bulan.

Kondisi ini tentu sangat bagus dalam menghadapi pandemi Covid-19. Mengingat, herd immunity bisa segera terbentuk. Di sisi lain, Devi menilai meskipun ide Vaksinasi Merdeka terbilang gila, nyatanya sudah ada riset yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Sehingga pelaksanannya terkonsep dengan baik.

Melalui Vaksinasi Merdeka ini, masyarakat semakin mudah menemukan gerai vaksinasi. Lokasi dekat, buka setiap hari, antrean yang tidak terlalu panjang tentunya menbuat minat warga akan vaksinasi semakin tinggi.

Selain itu, Devi memastikan para relawan yang bertugas di gerai juga tidak sembarangan. Sekalipun melibatkan mahasiswa, mereka tetap berlatar belakang fakultas kedokteran atau kesehatan. Mereka pun pasti didampingi oleh dokter asli saat bertugas melakukan penyuntikan.

“Yang nakes ini yang juga hebat dari Vaksinasi Merdeka ini melibatkan misalnya juga Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI),” ungkap Devi.

Padahal dokter gigi jarang sekali dilibatkan dalam vaksinasi. Sebelum bertugas, seluruh relawan termasuk para tenaga kesehatan dipastikan sudah mengikuti pelatihan sebanyak 5 kali. Mereka juga telah mengantongi sertifikat sebagai vaksinator. Sehingga dipastikan keselamatan warga tetap nomor satu

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments